Tajuk

Yap Thiam Hien: Pelita Bantuan Hukum yang tak Kunjung Padam

Salemba, 14 Maret 1963. Ruang kafetaria kampus Universitas Indonesia. Sebanyak 14 tokoh dari beberapa daerah bertemu. Para tokoh advokat itu saling bertukar pikiran di sela-sela Seminar Hukum Nasional I. Meski berlangsung rileks di kafetaria, ajang pertemuan itu justeru berhasil mengusung sebuah ide besar pendirian Persatuan Advokat Indonesia (PAI), yang kemudian menjadi Peradin.

Kampanye Hukum Partai Politik

Pada saat ini semua partai politik tentu sedang berkonsentrasi menyusun tema, substansi, strategi, serta slogan kampanye pemilu. Selain isu-isu politik, ekonomi, dan sosial, salah satunya pasti menyentuh kampanye hukum, yaitu bagaimana mereka akan menentukan kebijakan hukum pemerintahan mereka bilamana mereka kelak memenangkan pemilu 2004 dan menjadi penguasa baru.
ats

Presidensil

Beberapa bulan lewat, kami di Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) berdebat dengan narasumber seorang anggota Badan Pendiri Kehormatan kami, Prof. Daniel S. Lev. Intinya, pada akhirnya, tidak ada seorang pun yang percaya bahwa sistem pemerintahan presidensil -- bagaimanapun ketatnya sistem check and balance dan rule of law ditegakkan -- tidak berbahaya bagi demokrasi, kepentingan umum, hak asasi dan kemanusiaan.
ATS

MA: Rumah Keadilan yang Retak

Hakim banyak yang merasa menjadi wakil Tuhan di dunia. Keputusannya pun dimulai dengan irah-irah "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa". Dengan itu, hakim bisa menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa kejahatan berat atau lawan politik penguasa, bisa membangkrutkan orang dan perusahaan, bisa mematikan hak perdata seseorang, bisa menjadikan orang kehilangan pekerjaan, bisa mencerai-beraikan keluarga, dan sederet wewenang tidak manusiawi dan luar biasa yang tidak lazim dimiliki oleh jabatan, profesi, dan fungsi apapun.
ATS

Penajaman Prioritas Reformasi Hukum

Dalam bayangan para reformis--sejak pintu lebar untuk reformasi hukum terbuka setelah kejatuhan Soeharto tahun 1998--hukum, pelaksanaan hukum, dan institusi penegak yang menjadi tiang utama yang busuk di masa pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, sangat mungkin diperbaiki dengan drastis dan seketika. Para reformis berpikir "now or never", dan punya harapan setumpuk bahwa pemerintahan Habibie, Gus Dur, dan Megawati akan berfikir yang sama.
ATS

Kepemimpinan

Dalam sejarah prahistoris, awal peradaban, abad pertengahan dan modern sampai hari ini, selalu terjadi perdebatan tak kunjung usai tentang bagaimana caranya mengurus masyarakat dan organisasi negara. Penguasa--baik sipil maupun militer, negarawan, wakil rakyat dan lembaga perwakilan, teoritikus, politikus, tokoh masyarakat, bahkan di tingkat akar rumput sekalipun--berulang kali dalam rentang waktu yang begitu panjang melakukan percobaan, mengalami kesalahan, memperbaiki kesalahan, jatuh dan bangun, untuk mencari cara yang paling tepat bagi masyarakat dan negaranya.
ATS

Peperangan Tanpa Tapal Batas

Bom Bali meledak dan membumihanguskan Legian dalam hitungan detik. Tapi, ia menyisakan bergumulnya berbagai perasaan galau, marah, pedih, pasrah, kecewa, dan geram menjadi satu. Berkepanjangan, entah sampai kapan masih akan menoreh luka di hati kita. Bayangan keterpurukan lebih dalam menghantui banyak benak kita dan menghadang langkah ke depan kita. Tudingan dan pelecehan yang mengemuka bukan lagi jadi urusan internal keluarga besar Indonesia, tapi sudah jadi urusan setiap manusia di bumi ini yang meyakini bahwa jalan teror adalah jalan sesat.
ATS

Masih Dunia yang Sama

Thomas Friedmann, penulis tajuk the New York Times, dan pemenang hadiah Pullitzer tahun 2001 untuk commentaries menganalisa bahwa pusat kekuasaan dunia pasca perang dingin beralih ke tiga pusat kekuasaan utama: (i) Negara adidaya yang sekarang di monopoli oleh Amerika Serikat yang kini kesepian di kelompok ini, (ii) super market, yaitu pasar uang dan modal yang berpusat di Wall Street, Nasdaq, Tokyo, London, Hong Kong, dan Singapura, dan (iii) pribadi-pribadi yang mempunyai sumber daya luar biasa, baik uang, informasi, teknologi atau campuran dari unsur-unsur itu. Sebagian di antaranya, pribadi-pribadi yang marah terhadap kemapanan kekuasaan maupun bisnis tradisional, termasuk negara-negara kuat dan represif, para industrialis kaya, serta pemilik old money.
ATS

Kebohongan Publik

Teori hak asasi manusia yang modern menuntut hak atas informasi yang harus diberikan secara terbuka dan merata kepada setiap warga negara. Dalam wujud kesehariannya, pemberian hak atas informasi menjelma jelas dalam kehadiran kebebasan pers. Pers yang bebas mengungkap semua aspek kehidupan negara dan masyarakat menjadi serba kasat mata, tanpa 'tedeng aling-aling'.
ATS

Arah Perubahan

Ada beberapa perkara yang menguak harapan baru bahwa akan ada sedikit gerakan maju untuk meninggalkan krisis multidimensi di Indonesia. Pertama, tiba-tiba wajah hukum mengeras. Akbar Tandjung ditangkap dan diadili, Syahril Sabirin dihukum, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, dan Hashim Djojohadikusumo ditangkap dan diadili. Tommy Suharto diadili untuk tindak pidana yang diancam hukuman mati. Antrean para tokoh orde baru dan kroninya yang akan diperiksa dan diadili mungkin masih panjang. Rakyat yang memandang hukum adalah balas dendam bersorak.
ATS