Berita

Pentingnya Menjaga Kualitas Layanan Penumpang bagi Maskapai

Masa pandemi memberi tantangan tersendiri, namun semua maskapai dan semua penerbangan tidak dapat dibenarkan untuk mengabaikan faktor keselamatan, kenyamanan, dan Kesehatan.

Oleh:
Fitri Novia Heriani
Bacaan 3 Menit
Ketua BPKN Rizal E. Halim. Foto: RES
Ketua BPKN Rizal E. Halim. Foto: RES

Musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 sangat menyita perhatian publik. Agar kejadian serupa tidak terulang, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) meminta semua perusahaan maskapai untuk tetap menjaga kualitas layanan keselamatan, kenyamanan dan kesehatan penumpang.

"Jangan terpengaruh isu tarif murah yang seringkali kemudian menurunkan kualitas pelayanan (service)," kata Wakil Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN Firman T. Endipraja, Rabu (13/1).

Ia menambahkan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah berkurangnya kualitas pemeliharaan (maintenance) pesawat dan membiarkan pesawat yang sudah uzur tetap dipakai, sehingga rawan terhadap keselamatan penerbangan dan akan berdampak kurang baik terhadap keamanan, kenyamanan dan perlindungan konsumen.

"Diingatkan, murahnya tiket tidak akan mempengaruhi atau tidak mengurangi tanggung jawab maskapai penerbangan, serta masalah pengawasan yang ketat terhadap industri penerbangan oleh kementerian/lembaga terkait, sudah secara tegas diatur dalam berbagai regulasi, yang perlu saat ini dilakukan adalah mengoptimalkan implementasinya," katanya.

Ia mengakui bahwa masa pandemi memberi tantangan tersendiri, namun semua maskapai dan semua penerbangan tidak dapat dibenarkan untuk mengabaikan faktor keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan itu.

Menurut dia, untuk menciptakan efesiensi sebaiknya, dilakukan penghematan dari pos-pos lain. "Perawatan (maintenance) pesawat tidak boleh dipangkas, hal ini bersifat wajib bagi jasa transportasi manapun karena menyangkut keselamatan penumpang," katanya.

Demi kesehatan konsumen, lanjut dia, maskapai penerbangan juga harus tetap mematuhi protokol kesehatan 3M di dalam pesawat dengan menjaga jarak antara duduk penumpang. "Kami mendapat temuan adanya maskapai yang tempat duduknya penuh, tanpa ada jarak di antara penumpang," katanya. (Baca: Aturan Ini Melarang Rekaman Black Box Pesawat untuk Dipublikasi)

Halaman Selanjutnya:

Berita Terkait

Berita Populer

Berita Terbaru

Lihat Semua